Guru Sekolah Internasional Terancam Tidak Dapat Tunjangan Profesi

Guru Sekolah Internasional Terancam Tidak Dapat Tunjangan Profesi



Sahabat Pembaca Teamdapodikdasmen, Kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menimbulkan polemik bagi Guru Sekolah Internasional.



Guru di satuan pendidikan kerja sama (SPK) yang sudah mempunyai sertifikat pendidik tidak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Perlu diketahui bahwa Satuan Pendidikan Kerja  Sama (SPK) merupakan nama baru bagi Sekolah Internasional, ada 300 lebih sekolah dengan label SPK di seluruh Indonesia.

Kebijakan untuk menghentikan penyaluran TPG bagi guru-guru yang mengajar di SPK didasarkan pada Peraturan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Kemendikbud dengan Nomor 5745/B.B1.3/HK/2019 yang ditandatangani oleh Plt Dirjen GTK Kemendikbud.

Seperti yang kami kutip dalam Koran harian Jawapos tanggal 23-01-2020, Alasan dihentikannya penyaluran TPG bagi guru di SPK disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga. Beberapa alasannya  adalah guru yang mengajar SPK tidak memenuhi standar nasional pendidikan (SNP) seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan. “Contohnya, jumlah rombel tidak sesuai standar,”  katanya.

Untuk memperjelas hal di atas, tema-teman bisa membaca Peraturan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Kemendikbud dengan Nomor 5745/B.B1.3/HK/2019 yang sudah kami sediakan di bawah ini
Download Peraturan Dirjen GTK Kemendikbud Nomor 5745/B.B1.3/HK/2019
Demikian postingan kami kali ini mengenai Guru Sekolah Internasional Terancam Tidak Dapat Tunjangan Profesi, semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

1 comment for "Guru Sekolah Internasional Terancam Tidak Dapat Tunjangan Profesi"

  1. Tidak semua guru kurang jam rombel nya. ini saya malah berlebih sampe 30 sesi. jd bagaimana dengan yg di atas standar jumlah rombel??

    ReplyDelete